Liga Inggris Memanas: Arsenal Ditempel Ketat, Zona Degradasi Sengit

TANGERANG NEWS – Persaingan di Liga Utama Inggris musim 2025/2026 semakin memanas memasuki pekan ke-23. Arsenal masih kokoh di puncak klasemen, namun tekanan dari Manchester City dan Aston Villa kian terasa. Sementara itu, di papan bawah, sejumlah tim berjuang mati-matian untuk menghindari jurang degradasi.

Hingga Jumat, 30 Januari 2026, Arsenal memimpin klasemen dengan 50 poin dari 23 pertandingan. The Gunners mencatatkan 15 kemenangan, 5 seri, dan 3 kekalahan, dengan selisih gol +25. Konsistensi menjadi kunci bagi tim asuhan Mikel Arteta, meskipun mereka baru saja menelan kekalahan dramatis 2-3 dari Manchester United pada Minggu (25/1) lalu, yang menjadi kekalahan ketiga mereka musim ini di liga.

Di posisi kedua, Manchester City terus membayangi dengan 46 poin dari jumlah pertandingan yang sama. Pasukan Pep Guardiola menunjukkan ketangguhan mereka dengan 14 kemenangan, 4 seri, dan 5 kekalahan, serta selisih gol +26. Gelandang Manchester City, Bernardo Silva, bahkan telah mengirim sinyal perang kepada Arsenal, menegaskan bahwa timnya tidak akan menyerah dalam perburuan gelar. City dikenal memiliki kemampuan untuk meraih kemenangan beruntun di periode krusial, menjadikan mereka ancaman terbesar bagi Arsenal.

Kejutan terbesar musim ini datang dari Aston Villa yang juga mengoleksi 46 poin, namun kalah selisih gol dari Manchester City. Performa impresif Villa di bawah asuhan Unai Emery membuat mereka menjadi kuda hitam dalam perburuan tiket Liga Champions. Mereka tampil berani dan agresif, menunjukkan bahwa kompetisi musim ini jauh dari dominasi tunggal.

Zona Liga Champions semakin ketat dengan Manchester United di posisi keempat dengan 38 poin, diikuti Chelsea (37 poin) dan Liverpool (36 poin). Manchester United sedang dalam nuansa positif berkat dua kemenangan beruntun di Liga Inggris. Sementara itu, Liverpool gagal menang dalam lima pertandingan terakhirnya di Liga Inggris, bahkan menelan kekalahan 2-3 dari Bournemouth pada penampilan liga domestik terakhir mereka.

Di tengah klasemen, persaingan untuk memperebutkan tiket kompetisi Eropa lainnya juga tak kalah sengit. Fulham (34 poin), Brentford (33 poin), Newcastle United (33 poin), Everton (33 poin), dan Sunderland (33 poin) saling sikut untuk mendapatkan posisi terbaik. Newcastle United, meskipun berada di posisi ke-9 di liga, menunjukkan dominasi di panggung Eropa dengan berpotensi menjadi klub Premier League keenam di babak 16 besar Liga Champions 2025/2026.

Drama sesungguhnya terjadi di papan bawah klasemen. West Ham United (20 poin), Burnley (15 poin), dan Wolverhampton Wanderers (8 poin) berada di zona degradasi. Nottingham Forest (25 poin) dan Leeds United (26 poin) juga masih belum aman dari ancaman turun kasta. Leeds United, yang akan menjamu Arsenal pada Sabtu (31/1), tampil cukup solid di kandang musim ini, hanya kalah dua kali di Elland Road dan tengah menikmati rekor lima laga kandang tanpa kekalahan.

Beberapa pertandingan penting akan tersaji pada akhir pekan ini. Arsenal akan bertandang ke markas Leeds United, Manchester United menjamu Fulham, dan Liverpool akan berhadapan dengan Newcastle United. Hasil dari pertandingan-pertandingan ini dipastikan akan membawa perubahan signifikan pada tabel klasemen dan semakin memanaskan persaingan di semua lini.

Bursa transfer musim dingin Liga Inggris yang dibuka pada 1 Januari dan akan ditutup pada 2 Februari 2026 juga menambah dinamika. Klub-klub masih berburu pemain untuk memperkuat skuad atau melepas pemain yang tidak masuk dalam rencana. Pergerakan di bursa transfer ini bisa menjadi faktor penentu dalam sisa musim yang krusial ini.

Tinggalkan komentar